Soal Sedekah, Wawali Ceritakan Kisah Inspirasi dari Ketua RT 11 Lempuing

Bengkulu,rekamjejaknews.com – Setiap kali menghadiri acara penyerahan Bantuan Operasional (BOp) untuk ketua RT, RW, linmas, ketua adat dan LPM di kantor lurah, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyempatkan waktu untuk sosialisasikan 2 program Pemkot Bengkulu yang terbaru.

Yang pertama program sedekah 2 ribu perhari dan program HD Bersalin. Dedy menceritakan bagaimana awal mula tercetusnya ide kedua program tersebut. Seperti program sedekah 2 ribu, Dedy sampai menceritakan kisah inspirasi dari ketua RT 11 di Kelurahan Lempuing.

Diceritakannya kala itu ia sedang menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia di Kelurahan Lempuing. Saat sedang berjalan bersam

a lurah menuju rumah yang dituju, ia melewati rumah ketua RT 11. Di depan rumah tampak ada anak gadis sedang mengupas bawang, membersihkan sayuran dan di sana juga tampak kotak nasi yang sudah disiapkan.

Lalu Dedy menghampiri dan bertanya ada acara apa. Ternyata itu persiapan untuk memasak makanan yang kemudian makanan itu untuk disedekahkan kepada warga. Itu rutin dilakukan oleh ketua RT 11 setiap minggu.

Dedy mengaku tertegun dan kagum dengan ketua RT 11 yang bernama Cendrawani. Walau pun rumahnya sederhana dan suaminya hanya seorang nelayan, tapi ia mau bersedekah makanan dengan uangnya sendiri. Setiap hari Jumat ia membuat 20 kotak nasi untuk disedekahkan.

Yang bikin Dedy tambah kagum ternyata ketua RT 11 melakukan itu tanpa diketahui oleh banyak orang, bahkan lurah pun saat itu mengaku tidak tahu kalau setiap minggu ketua RT 11 menyedekahkan nasi kotak.

Ini, kata Dedy jadi motivasi dan perlu dicontoh. Ternyata di Kota Bengkulu masih banyak orang-orang baik yang mau bersedekah sekali pun ia bukan orang kaya.

Tidak hanya cerita soal ketua RT 11, Dedy juga menceritakan warga di Kelurahan Beringin Raya yang tidak mampu sedekah 2 ribu karena sama sekali tidak punya uang. Kemudian walikota Helmi Hasan memberinya uang Rp 100 ribu. Uang pemberian Helmi itu kemudian semuanya ia masukkan ke dalam kotak sedekah di kantor lurah.

Melihat itu, Helmi kemudian memberikan semua uang yang ada di dalam dompetnya sekaligus dompetnya. Ternyata, semua uang itu pun disedekahkannya pula untuk sumbangan masjid.

“Orang yang seperti itu tidak silau dengan dunia. Dari yang saya ceritakan tadi, kesimpulannya tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Sedekah tidak perlu besar tapi yang penting rutin. Yang penting ikhlas dan istiqomah. Memang di BazNas juga terkumpul dana dari zakat ASN tapi masih belum cukup, maka kita ingin kerahkan semua masyarakat untuk ikut bersedekah,” ujar Dedy saat menghadiri acara pembagian BOp di kantor lurah Anggut Bawah, Jumat (22/10/2021).

Dikatakan Dedy, kalau di satu RT ada 100 KK, bila semua warganya sedekah 2 ribu setiap hari maka sebulan terkumpul uang sebesar Rp 6 juta. Uang tersebut bisa digunakan untuk membantu warga sekitar yang kurang mampu, bisa dibelikan beras atau membantu merenovasi rumah yang tidak layak huni.

Ia mencontohkan di Kelurahan Pintu Batu yang RT nya sudah rutin melaksanakan sedekah 2 ribu. “Kalau Kelurahan Pintu Batu bisa, saya yakin Kelurahan Sukamerindu ini juga bisa,” demikian Dedy. (**)