Presiden Sentil Anggaran Stunting, Wawali : Alhamdulillah Kota Bengkulu Tak Seperti itu

Bengkulu,rekamjejaknews.com – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak kesal saat membahas soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak digunakan secara optimal.

Pemaparan soal penggunaan APBN dan APBD yang tidak optimal itu dibahas di hadapan banyak pemimpin lembaga pemerintahan. Salah satu yang disoroti berkaitan dengan anggaran stunting.

“Banyak APBN APBD kita yang berpotensi tidak optimal. Perlu saya ingatkan, ada semuanya baik pusat maupun daerah dalam penggunaan yang namanya anggaran karena 43 persen bukan angka yang sedikit. Cara penganggarannya saja sudah banyak yang enggak benar,” ujar Jokowi saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah.

“Contoh, ada anggaran stunting Rp10 miliar. Coba cek, lihat betul untuk apa Rp10 miliar itu. Jangan membayangkan nanti ini dibelikan telur, susu, protein, sayuran. Coba dilihat detail,” sambungnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memeriksa APBD milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ternyata, Jokowi menemukan jikalau anggaran stunting lebih besar digunakan untuk perjalanan dinas dan rapat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bengkulu menegaskan hal yang diungkapkan Presiden Jokowi tak terjadi di Kota Bengkulu.

Pasalnya, Kota Bengkulu benar-benar fokus menekan angka stunting. Bahkan penurunan stunting hingga 12,9 persen diapresiasi Wakil Presiden (Wapres) RI K.H. Ma’ruf Amin saat berkunjung ke Kota Merah Putih.

“Ini kerja keras semua pihak, kerja keroyokan, mulai dari tim pendamping keluarga, kemudian PKK, bidan, Dinas Kesehatan, dan juga program pemerintah yang betul-betul menyasar, yang mana kita memitigasi anak-anak terduga stunting,” ungkap Dedy.

Untuk ke depannya, Dedy menargetkan angka stunting di Kota Bengkulu kembali turun. “Targetnya di tahun ini satu digit, jadi 9 persen. Dan ke depannya kita targetkan zero stunting di kota ini,” tambahnya.

Dalam menekan angka stunting, TPPS Kota Bengkulu juga dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam memenuhi nutrisi tambahan untuk balita ataupun ibu hamil. (**)