OJK Bengkulu Terima 28 Pengaduan

Bengkulu,RekamjejakNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu dilaporkan telah menerima sejumlah pengaduan dari konsumen sektor jasa keuangan pada bulan Februari 2024. Hal itu disampaikan kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro pada waktu media abdate pemaparan perkembangan industri jasa keuangan triwulan 1 tahun 2024, Kamis 4/4/2024.

“Total pengaduan yang diterima mencapai 28, dengan rincian sebanyak 16 pengaduan berasal dari sektor Perbankan, 6 pengaduan dari sektor Lembaga Pembiayaan, 1 pengaduan dari sektor Asuransi, dan 5 pengaduan dari sektor Fintech,” sampai, Tito Adji Siswantoro.

Pengaduan-pengaduan ini katanya mencerminkan beragam permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dalam berinteraksi dengan institusi keuangan. Mulai dari keluhan terkait pelayanan, transaksi yang tidak sesuai harapan, hingga ketidakpuasan terhadap produk atau layanan yang diberikan.

Dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah tersebut, OJK Provinsi Bengkulu terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap pelaku usaha yang terlibat.

Selain itu, di bulan yang sama, OJK Provinsi Bengkulu juga mencatat adanya lonjakan permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari masyarakat. Sebanyak 778 permintaan layanan SLIK dilayani baik secara langsung (walk-in) maupun secara online. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memperoleh informasi terkait keuangan mereka, serta kesadaran akan pentingnya memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi keuangan pribadi.

Dengan adanya pengaduan-pengaduan tersebut, OJK Provinsi Bengkulu diharapkan terus meningkatkan pengawasan dan pengaturan terhadap sektor jasa keuangan di wilayahnya. Langkah-langkah pencegahan dan penyelesaian yang efektif perlu terus dilakukan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang berjalan dengan baik dan transparan.(Yanti)