GURU SD HUKUM SISWA KARENA TIDAK BAWA BEKAL

Rekamjejaknews.com, Bengkulu Tengah – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Tengah langsung menanggapi adanya 10 siswa SDN di Bengkulu Tengah yang dilarang ikut belajar karena tidak membawa bekal.

Kepala Dinas Dikbud Bengkulu Tengah Tomi Marisi mengungkapkan, setelah kejadian tersebut viral, pihaknya langsung mendatangi kepala sekolah dan guru yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi.

 

“Sudah kita minta penjelasan, memang ada unsur ke alfaan dari gurunya, sehingga kita lakukan pembinaan agar tidak terulang kembali,” ujar Tomi, Jumat (2/5/2025).

 

Menurutnya, saat kejadian sang guru hanya berniat melarang siswa tidak mengikuti pembelajaran hanya sebentar saja, namun guru tersebut lupa lantaran sedang menjadi penguji pada ujian praktik siswa kelas 6.

 

“Karena sibuk mengurusi ujian praktik, jadi gurunya lupa sama anak murid yang dilarang masuk kelas ini tadi. Pengakuannya tidak ada niatan untuk memberikan sanksi berlebihan kepada murid,” jelas Tomi.

 

Ke depan, Tomi melarang setiap sekolah di Bengkulu Tengah untuk membuat kebijakan yang memberatkan orang tua.

 

“Surat edaran sudah keluar beberapa waktu lalu, jadi seluruh sekolah tidak boleh mengeluarkan kebijakan yang memberatkan orang tua, kadang ada orang tua yang tetap menyanggupi kebijakan. Padahal dalam hatinya keberatan, menerima karena tidak enak hati dengan wali murid yang lain,” beber Tomi.

 

sebanyak 10 siswa SDN 3 Bengkulu Tengah dihukum oleh guru lantaran tidak membawa bekal makanan, Sabtu (26/4/2025) lalu.

 

Sanksi yang diberikan berupa larangan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) selama satu hari penuh.

 

Hal tersebut sontak memicu kemarahan dari orang tua 10 murid tersebut, yang menilai sanksi yang diberikan terlalu berlebihan.

 

“Bawa nasi kan (bekal) tidak diwajibkan, kalau memang anak kami tidak mengerjakan PR atau tidak bawa buku, boleh lah dihukum seperti itu,” ujar Azmi Kartika, salah satu wali murid, Selasa (29/4/2025).

 

Setelah pulang sekolah, para murid pun langsung melaporkan hal tersebut ke orang tua dan orang tua pun memprotes ke pihak sekolah melalui grup whatsapp sekolah.

 

“Hukuman seperti itu kan tidak masuk akal, ‘bu, saya tidak disuruh masuk kelas gara-gara tidak bawa bekal’ kata anak saya,” ungkap Azmi menirukan perkataan anaknya.

 

Kejadian yang terjadi di kelas 3 SDN 3 Bengkulu Tengah ini, turut menjadi perhatian dari Kepala Sekolah SDN 3 Bengkulu Tengah, Basoeki Rachmat.

 

“Setelah kita melihat ribut-ribut di grup whatsapp, hari ini saya minta seluruh wali murid dan guru yang bersangkutan untuk duduk bersama dan menanyakan masalah sebenarnya seperti apa,” ucap Basoeki, Senin (29/4/2025).

 

Menurutnya, dengan duduk bersama antara guru kelas dan para wali murid, permasalahan yang terjadi bisa selesai serta tidak berkembang.

 

“Pembiasaan membawa bekal setiap hari sabtu ini, paling hanya dua kali sebulan ataupun sebulan satu kali, tetapi dilakukan secara terus menerus. Kebetulan hari sabtu kemarin ada yang tidak bawa bekal dan terjadilah kejadian seperti itu,” ungkapnya.

 

Pemberian sanksi kepada siswa, diakui oleh Basoeki ini diserahkan sepenuhnya kepada para guru yang sedang bertugas.

 

“Kita serahkan sepenuhnya ke guru kelas, mendisiplinkan memang perlu tetapi ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan,” kata Basoeki.(**)