Dinsos Bengkulu Tengah Salurkan Bantuan ke Korban Tertimpa Tanah Longsor

rekamjejaknews.com, Bengkulu Tengah – Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Tengah turut mendampingi pelaksanaan pemakaman Aminudin, warga Desa Taba Teret Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah yang tewas tertimpa longsor, Jumat (16/5/2025).

Selain turut mendoakan, Dinsos Bengkulu Tengah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga almarhum.

Kepala Dinsos Bengkulu Tengah, Watiullah mengungkapkan, kedatangan pihaknya ke rumah duka merupakan bentuk keprihatinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah atas kejadian yang menimpa korban tanah longsor.

“Kami mewakili Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan duka yang mendalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Watiullah.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, Dinsos Bengkulu Tengah memberikan sejumlah bantiuan berupa sembako, terpal, paket sandang, paket makanan, kasur lipat, selimut serta family kit.

“Memang tidak banyak yang bisa kami berikan, semoga bantuan yang sedikit ini bisa membantu,” sampainya.

Selain itu, Watiullah juga telah mengkonfirmasi, bahwa Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto akan turut membersamai takziah di rumah duka pada malam ketiga atau pada, Minggu (18/5/2025) malam.

“Insyaallah pak bupati hadir pada malam ketiga, sekaligus memberikan akta kematian kepada keluarga almarhum,” kata Watiullah.

Inilah sosok Aminudin (56) pria paruh baya asal Desa Taba Teret Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah yang tewas tertimpa tanah longsor, Jumat (16/5/2025).

Aminudin yang kerap disapa Amin Pos, merupakan salah satu tokoh masyarakat yang disegani di Desa Taba Teret dan sekitarnya.

Ayah dari tiga anak ini dikenal sebagai seorang pensiunan pegawai PT POS yang sudah bekerja puluhan tahun dengan dedikasi tinggi.

Salah satu keluarga Aminudin, Muzakkir mengungkapkan, sejak kecil, almarhum dikenal rajin ibadah dan selalu shalat berjamaah di masjid.

“Apalagi setelah pensiun kerja ini, almarhum selalu shalat di masjid secara berjamaah. Kalau ada acara syukuran atau acara di desa, almarhum selalu diminta untuk membaca doa dan memimpin acara, karena orangnya sangat disegani,” ujar Muzakkir saat diwawancarai di pemakaman. (**)